Pages

Page

Jumat, 24 Oktober 2014

Konfigurasi DHCP Server Debian 7








DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah sebuah mekanisme yang memungkinkan sebuah server untuk memberikan IP Address secara dinamik kepada client. Server yang melakukan tugas memberikan IP address kepada client disebut dengan DHCP server, sedangkan komputer yang menerima IP address secara dinamik dari DHCP server disebut client.

untuk melakukan konfigurasi DHCP Server berikut adalah langkah-langkahnya :

install aplikasi dhcp server yang berada di dvd 3
# apt-get install isc-dhcp-server
# cd /etc/dhcp

lakukan konfigurasi pada file dhcp.conf
# nano dhcp.conf

cari teks seperti di bawah dan hilangkan tanda pagar pada teks tersebut lalu isikan IP yang ingin dijadikan DHCP Server

subnet 192.168.1.0 netmask 255.255.255.0 {
 range 192.168.1.12 192.168.1.200;
 option domain-name-servers 8.8.8.8;
 option domain-name "www.google.com";
 option routers 192.168.1.11;
 option broadcast-address 192.168.1.255;
 default-lease-time 600;
 max-lease-time 7200;
}

  • Range adalah seberapa banyak IP yang akan di gunakan
  • domain-name-servers bisa di gunakan dengan nama domain juga bisa dengan IP Address domain tersebut.
  • option Router merupakan gateway dari ISP anda masing-masing untuk gateway dhcp server anda.


SAVE HASIL KONFIGURASI

untuk mengarahkan dhcp anda ke eth0 atau eth1 edit file berikut :

# nano /etc/default/isc-dhcp-server

cari teks INTERFACES="" jika anda ingin menggunakan eth0 untuk dhcp anda masukan teks eth0 dan akan seperti berikut :

INTERFACES="eth0"

Save hasil konfigurasi dan restart isc-dhcp-server

# service isc-dhcp-server







Selasa, 21 Oktober 2014

Konfigurasi DNS Master & Slave debian 7







konfigurasi di pc dns master

setting network terlebih dahulu dengan perntah :
                # nano /etc/network/interfaces











restart network yang telah di setting dengan perintah :
                # service networking restart

masukan dvd 1 untuk install aplikasi dnsnya yaitu bind9 dan dnsutils
                # apt-get install bind9 dnsutils
                # cd /etc/bind

lalu buat zone dan tambahkan script pada bagian paling bawah seperti gambar berikut :

                # nano named.conf.default-zones






kemudian copykan file db.local db.latihan.com lalu edit file db.latihan.com seperti gambar berikut :
                # nano db.latihan.com












lalu copykan db.127 ke db.192.168.1 dan edit file db.192.168.1
                # nano db.192.168.1





kemudian isikan nameserver dengan perintah :
                # nano /etc/resolv.conf












lalu restart bind9 nya dengan perintah :
                # service bind9 restart

konfigurasi pc dns slave

setting network terlebih dahulu dengan perintah :
                # nano /etc/network/interfaces



restart network yang telah di setting dengan perintah :
                # service networking restart

masukan DVD 1 install aplikasi bind9 dan dnsutils
                # apt-get install bind9 dnsutils
                #  cd /etc/bind

buat zone di named.conf.default-zones dengan perintah :
                # nano named.conf.default-zones



jika file di arahkan ke /var/cache/bind maka master akan mentrasnfer file data base secara automatis


isikan nameserver dengan perintah :
                # nano /etc/resolv.conf


setelah itu restart bind nya dengan perintah :
                # service bind9 restart

dan lakukan pengetesan di pc slave atau di pc master dengan ping latihan.com
lalu lakukan pengetesan dengan nslookup latihan.com ns.latihan.com dan ns2.latihan.com













pada gambar di atas servernya masih menggunakan ip dns master yaitu 192.168.1.10

dan sekarang kita coba matikan pc dns masternya dengan cara matikan bind9nya
# service bind9 stop

setelah itu kita lakukan nslookup lagi pada masing masing domain , dan hasil address servernya akan berubah menjadi 192.168.1.11 seperti gambar berikut atau lakukan pengetesan dengan cara ping pada masing-masing domain...














untuk pengetesan bisa juga menggunakan perintah

#dig latihan.com @ns.latihan.com
#dig latihan.com @ns2.latihan.com



Senin, 20 Oktober 2014

Konfigurasi PC Router Debian 7







PC Router merupakan Router yang di buat dari sebuah  PC yang dijadikan Fungsi Router yang dijanlakan dengan sistem operasi dan kebanyakan sistem operasi yang digunakan adalah berbasis OS (Operation System) Linux sehingga biasa di sebut Linux Based Router.



Siapkan 2 LAN Card , kemudian setting IP secara static

# nano /etc/network/interfaces

gateway pada eth0 adalah gateway default dari ISP , dan Ip untuk eth1 adalah ip untuk Local



restart networknya dengan perintah

# service networking restart
# ifconfig = untuk cek apakah ip yang telah kita setting berhasil


jika ip telah di setting selanjutnya konfigurasi file rc.local dengan perintah

# nano /etc/rc.local

tambahkan scrip beikut di atas teks exit 0

iptables=/sbin/iptables
iptables -t nat -A POSTROUTING -s 10.10.10.0/9 -j MASQUERADE



lalu save .

untuk melihat NAT yg terlah di konfigurasi ketikan perintah :
# iptables -t nat -nL

kemudian edit file sysctl.conf, hilangkan tanda pagar pada teks net.ipv4.ip_forward=1

# nano /etc/sysctl.conf

# sysctl -p


kemudain ketikan perintah berikut, dan lakukan restart system dengan perintah :
           
# /etc/init.d/rc.local start
# init 6

lakukan pengetesan pada client yang terhubung di eth1, konfigurasi ip di client seperti gambar di bawah, gateway pada client tsb adalah Ip pada server local di pc router


















kemudian test dengan ping ke ip WAN dan gatewaynya yang terhubung ke internet jika berhasil akan tampak seperti gambar di bawah ­­